KALIMANTAN SELATAN — Langkah Persib meminjamkan Hamra Hehanussa bukan sekadar pengurangan beban skuad. Klub berjuluk Pangeran Biru itu menilai bek serba bisa berusia 26 tahun tersebut butuh ritme kompetitif yang tidak bisa ia dapatkan jika hanya duduk di bangku cadangan. Sejak bergabung awal musim 2025/2026, Hamra belum pernah tampil di pertandingan resmi bersama Persib.
Performa Hamra di Piala Presiden 2026 Jadi Pertimbangan
Meski minim menit bermain di liga, Hamra justru tampil menonjol saat Persib melaju ke final Piala Presiden 2026. Ia dipercaya tampil dalam lima pertandingan dan berkontribusi membawa tim asuhan pelatih Bojan Hodak mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Penampilan itulah yang kemudian menjadi dasar evaluasi tim pelatih. Kualitas teknis, pemahaman taktik, dan kedisiplinannya dinilai tidak diragukan. Hanya saja, persaingan di lini belakang Persib terlalu ketat untuk memberinya jaminan tampil reguler.
Komposisi Lini Belakang Persib yang Makin Padat
Saat ini Persib punya stok berlebih di sektor pertahanan. Untuk posisi bek tengah, ada Patricio Matricardi, Julio Cesar, plus dua rekrutan anyar asal Eropa: Gabriel Mutombo dari Prancis dan Danijel Loncar dari Kroasia. Sementara di pos bek kiri, Eliano Reijnders dan Ikhwan Ali Tanamal menjadi pilihan utama.
Dengan komposisi tersebut, Hamra jelas akan kesulitan menembus starting XI. Daripada menghabiskan musim di bangku cadangan, Persib memilih jalur peminjaman agar ia tetap berkembang.
Alasan Manajemen: Bukan karena Kehilangan Kepercayaan
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan keputusan ini justru bentuk kepercayaan klub terhadap potensi Hamra. Ia mencontohkan pengalaman peminjaman ke Persik Kediri pada putaran kedua musim 2025/26 yang dinilai berjalan positif.
"Peminjaman Hamra bukan karena kami kehilangan kepercayaan terhadap kemampuannya. Justru kami ingin memastikan dia mendapatkan ruang untuk terus berkembang dan memperoleh menit bermain yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai pemain," kata Adhitia dalam keterangan resmi klub.
"Seperti ketika dipinjamkan ke Persik musim lalu, kami berharap kesempatan bermain bersama Garudayaksa dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi Hamra. Yang terpenting adalah dia tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang, menjaga ritme kompetitif, dan terus meningkatkan kualitasnya," lanjutnya.
Kesempatan Kedua Beruntun di Klub Lain
Bagi Hamra, kepindahan ke Garudayaksa menjadi pengalaman kedua secara beruntun membela klub di luar Persib. Pola pengembangan karier seperti ini memang kerap dipakai klub-klub besar Indonesia untuk pemain muda yang butuh jam terbang.
Di Garudayaksa, Hamra diprediksi langsung mendapat peran sentral. Sebagai klub promosi, Garudayaksa membutuhkan pemain berpengalaman di Super League untuk memperkuat lini pertahanan mereka musim ini.