Pencarian

Supermassive Games PHK 75 Karyawan, Pengembang Until Dawn Alami Gelombang Ketiga

Rabu, 12 Agustus 2026 • 00:31:01 WIB
Supermassive Games PHK 75 Karyawan, Pengembang Until Dawn Alami Gelombang Ketiga
Supermassive Games mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 75 karyawan, yang mencakup sekitar 43 persen dari total tenaga kerja mereka.

KALIMANTAN SELATAN — Supermassive Games, studio di balik Until Dawn dan The Dark Pictures Anthology, mengumumkan langkah pengurangan tenaga kerja yang berdampak pada hampir setengah dari total karyawannya. Berdasarkan data akhir 2025, perusahaan mencatatkan 172 pegawai, sehingga potensi PHK kali ini menyentuh sekitar 43 persen dari total tim.

Kabar ini menjadi pukulan terbaru bagi industri gim global yang tengah dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja massal sepanjang 2026.

Alasan di Balik PHK dan Dampaknya ke Karyawan

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun X (sebelumnya Twitter), Supermassive menyebut keputusan ini sebagai langkah yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perusahaan. Proses konsultasi redundansi akan segera dimulai.

"Kami telah membuat keputusan sulit untuk memulai proses konsultasi redundansi, yang kami perkirakan akan mengakibatkan hilangnya hingga 75 rekan kerja kami. Ini adalah langkah yang diperlukan untuk membantu memastikan keberlanjutan perusahaan. Kami tahu ini akan menjadi masa yang sangat sulit bagi semua orang, dan prioritas kami selama proses ini adalah memberikan dukungan kepada semua yang terdampak."

Manajemen menyatakan akan memprioritaskan pendampingan bagi karyawan yang terkena dampak selama masa transisi. Namun, perusahaan tidak merinci paket pesangon atau jadwal pasti efektifnya PHK tersebut.

Kronologi Kemunduran Supermassive Games

Ini bukan pertama kalinya Supermassive melakukan efisiensi. Pada Februari 2024, studio yang berbasis di Guildford, Inggris, itu memangkas sekitar 90 pekerja. Gelombang PHK kedua menyusul pada Juli 2025 dengan pengurangan 35 posisi.

Di tengah situasi sulit ini, posisi puncak perusahaan juga mengalami perubahan. Robert Henrysson, yang menjabat sebagai CEO, mengundurkan diri pada Juni 2026—beberapa pekan setelah perilisan gim terbaru mereka, Directive 8020. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti tetap Henrysson.

Nasib Waralaba Until Dawn

Menariknya, PHK ini terjadi saat waralaba Until Dawn justru tengah dihidupkan kembali. Sekuel Until Dawn 2 telah diumumkan pada Juni 2026, namun proyek tersebut tidak melibatkan Supermassive sama sekali.

Publisher Sony, yang memegang hak kekayaan intelektual Until Dawn, menunjuk Firesprite—salah satu studio internal mereka—untuk menggarap sekuel tersebut. Sebelumnya, versi remake Until Dawn yang rilis pada 2024 juga bukan dikerjakan oleh Supermassive.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan Supermassive sebagai pengembang independen. Dengan portofolio yang masih mencakup The Dark Pictures Anthology, kelangsungan studio kini bergantung pada kemampuan mereka mendapatkan proyek baru di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Bagi para penggemar gim horor, situasi ini menjadi pengingat bahwa di balik layar industri kreatif, tekanan finansial dan restrukturisasi internal kerap terjadi—bahkan ketika merek dagangnya masih populer di kalangan pemain.

Follow www.kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks