Telkom Resmi Tuntaskan Spin-Off InfraCo Senilai Rp 49,9 Triliun, InfraNexia Siap Garap Bisnis AI dan Pusat Data

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:18:31 WIB
Telkom resmi menuntaskan spin-off InfraCo senilai Rp49,9 triliun dengan InfraNexia sebagai pengelola infrastruktur digital baru.

KALIMANTAN SELATAN — Langkah ini menjadi tonggak penting dalam program transformasi TelkomGroup yang dijuluki TLKM 30. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut penyelesaian spin-off ini bukan sekadar penataan aset, melainkan upaya membuka nilai (unlock value) dari infrastruktur digital bernilai tinggi yang selama ini dimiliki perseroan.

"Penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting transformasi TelkomGroup," ujar Dian dalam keterangan resminya. Aksi korporasi ini juga mendukung konsolidasi aset BUMN yang diinisiasi Danantara Asset Management.

Aset Raksasa yang Dikelola InfraNexia

Setelah pengalihan portofolio bisnis rampung, InfraNexia akan mengelola jaringan fiber optik sepanjang 112.000 kilometer. Jumlah itu termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan aset sebesar itu, InfraNexia diposisikan sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur digital nasional. Meski lebih dari 99% sahamnya tetap dimiliki Telkom, perusahaan ini akan beroperasi secara profesional melayani seluruh pelanggan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, spin-off ini merupakan implementasi penataan portofolio bisnis agar lebih fokus. "Pembentukan InfraNexia diharapkan meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menjalin kemitraan strategis sekaligus memperkuat daya saing bisnis wholesale connectivity," jelasnya.

Fokus Baru: 5G, AI, dan Pusat Data

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, penyelesaian spin-off menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas layanan. Pihaknya akan memperkuat layanan utama mulai dari 5G backhaul, wholesale network, fiber to the home (FTTx), hingga passive infrastructure sharing.

InfraNexia juga mempercepat modernisasi jaringan dan implementasi autonomous network. Langkah ini untuk mendukung kebutuhan infrastruktur bagi teknologi kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), dan pusat data (data center) yang permintaannya diprediksi melonjak di Indonesia.

Menurut Dian, pembentukan InfraNexia bertujuan menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. "Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan," katanya.

Jaminan Layanan Pelanggan Tetap Aman

Telkom memastikan proses spin-off berlangsung tanpa mengganggu layanan pelanggan. Seluruh proses dijalankan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan ketentuan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia akan percepatan konektivitas digital. Dengan aset infrastruktur yang lebih terkelola, InfraNexia diharapkan mampu mengejar ketertinggalan pembangunan jaringan di wilayah timur Indonesia serta mendukung transformasi digital di sektor pemerintahan dan industri.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: beritabuana.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top