Bulog Salurkan 30 Kg Beras ke 37.338 Warga Alor, Kepala Bapanas dan Dirut Turun Gunung Pastikan Tepat Sasaran

Penulis: Benny Surbakti  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:25:31 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau penyaluran bantuan pangan beras kepada warga di Kabupaten Alor, NTT.

KALIMANTAN SELATAN — Alor, NTT — Jauhnya jarak tempuh dan sulitnya medan kepulauan tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk menunda penyaluran hak pangan warganya. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani terbang langsung ke Kabupaten Alor untuk mengawal penyaluran bantuan pangan perdana yang menyasar 37.338 penerima manfaat.

Dalam kunjungan itu, keduanya meninjau langsung penyaluran di sejumlah desa, seperti Desa Fuisama dengan 66 penerima, Desa Probur dengan 513 penerima, dan Desa Lembur Barat dengan 222 penerima. Kehadiran pejabat puncak di tingkat desa ini menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah masyarakat, bahkan di titik yang secara geografis paling menantang sekalipun.

Memastikan Hak Warga Pulau Terpenuhi

Amran menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan tidak boleh terhenti oleh kondisi geografis. Ia menyebut tidak ada toleransi bagi warga di wilayah kepulauan atau pelosok untuk merasa jauh dari perhatian negara.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok,” ujar Amran dalam keterangan resminya, seperti dikutip Majalah HORTUS Archipelago.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BULOG adalah kunci utama agar program bantuan pangan berjalan efektif. Ia menekankan bahwa bantuan harus sampai tepat sasaran dan tepat waktu, bukan hanya sekadar kebijakan di atas kertas.

BULOG: Tidak Ada Wilayah yang Terlalu Jauh

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut distribusi ke Alor adalah bukti nyata komitmen BUMN pangan tersebut dalam melayani seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa tantangan geografis negara kepulauan tidak menyurutkan langkah perusahaan untuk hadir.

“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rizal.

Ia menambahkan, untuk alokasi tiga bulan tersebut, setiap keluarga akan menerima total 30 kilogram beras. Rizal menegaskan bahwa bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. “Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan,” tegasnya.

Penguatan Pesan untuk Generasi Muda

Kunjungan ini juga menjadi momen bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, termasuk dari generasi muda asal Alor. Masukan tersebut dinilai penting untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap kondisi pangan di daerah-daerah terpencil.

Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan pengawalan langsung dari pejabat tertinggi Bapanas dan BULOG, diharapkan rantai distribusi dari pusat hingga ke desa-desa terpencil di NTT dapat berjalan tanpa hambatan, memastikan tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak pangannya.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: news.majalahhortus.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top