KALIMANTAN SELATAN — Debut Nissan Fairlady Z di GIIAS 2026 yang berlangsung akhir Juli hingga awal Agustus langsung menjadi salah satu magnet utama pameran. Bukan tanpa alasan — ini pertama kalinya mobil sport dengan sejarah lebih dari 55 tahun itu hadir resmi di Indonesia, sekaligus menempatkan pasar kita di posisi istimewa di mata Nissan.
Sayangnya, Nissan belum mau membuka angka resmi. Harga, varian, pilihan warna, hingga jadwal pengiriman baru akan diumumkan saat peluncuran resmi sebelum penutup tahun 2026. Yang bisa dipastikan: mobil ini tidak akan murah.
Jantung pacu Fairlady Z mengusung mesin VR30DDTT V6 3.0 liter twin-turbo yang menghasilkan tenaga 400 PS dan torsi puncak 475 Nm. Angka ini menempatkannya di kelas yang sama dengan Toyota GR Supra — meski sayangnya, belum ada konfirmasi apakah GR Supra akan dianggap sebagai kompetitor langsung di pasar Indonesia.
Dua pilihan transmisi ditawarkan: manual 6 percepatan untuk mereka yang menginginkan kendali penuh, dan otomatis 9 percepatan untuk perpindahan gigi yang lebih cepat dan mulus. Tenaga disalurkan ke roda belakang dengan dukungan Mechanical Limited Slip Differential (LSD) untuk menjaga traksi saat akselerasi agresif maupun manuver kecepatan tinggi.
Karakter penggerak roda belakang murni ini yang membuat Fairlady Z terasa berbeda dari mobil sport berpenggerak AWD — lebih menantang, tapi juga lebih menghibur bagi pengemudi yang paham cara mengendalikannya.
Dari sisi tampilan, Fairlady Z tidak main-main dengan warisannya. Kap mesin panjang, buritan kompak, dan siluet khas keluarga Z tetap dipertahankan — dipadukan elemen aerodinamika modern yang tidak mengubah karakter aslinya. Ini bukan desain yang mencoba terlalu agresif; ia justru terlihat seperti penghormatan pada generasi-generasi sebelumnya.
Di dalam kabin, fokusnya jelas ke pengemudi. Triple Pod Cluster yang menjadi ciri khas Fairlady Z tetap hadir, lengkap dengan lingkar kemudi yang terinspirasi dari Nissan GT-R. Semua elemen ini dirancang untuk satu tujuan: membuat pengemudi merasa terhubung dengan mobilnya.
Beberapa hal yang perlu dicermati calon pembeli:
Fairlady Z jelas bukan mobil untuk semua orang. Dengan banderol yang diprediksi menembus Rp 1 miliar, ia bersaing di liga yang sama dengan Supra dan sederet sportscar Eropa bekas pakai. Tapi bagi penggemar sejati Nissan Z — yang sudah menunggu puluhan tahun — kehadiran resmi di Indonesia adalah kabar yang layak dirayakan.
Pertanyaannya sekarang: apakah harga akhirnya akan sejalan dengan ekspektasi, atau justru membuat sebagian calon pembeli berpaling ke kompetitor? Kita tunggu pengumuman resmi Nissan sebelum akhir tahun.