BANJARBARU — Titik api muncul di kawasan hutan dan lahan yang berada tepat di belakang Ponpes Darul Ilmi, Banjarbaru. Personel gabungan dari Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat setelah menerima laporan warga untuk melakukan pemadaman.
Dir Samapta Polda Kalsel, Kombes Pol Timbul Siregar, memerintahkan anak buahnya untuk segera menuju lokasi. "Begitu mendapat informasi adanya karhutla, personel langsung kami gerakkan ke lokasi untuk memastikan api tidak meluas dan dapat segera dipadamkan," ujarnya.
Di lokasi, petugas menemukan area yang terbakar berupa kawasan hutan dan lahan yang cukup sulit dijangkau. Untuk memadamkan api, mereka menggunakan satu unit mesin berkapasitas 1,5 inci yang disambungkan dengan lima selang hingga mencapai titik api.
"Yang kami gunakan ada lima selang dengan menggunakan satu mesin 1,5," kata Bripda Muhammad Fadillah, salah satu personel di lapangan.
Penyambungan selang dilakukan karena sumber air dan mesin pemadam berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Metode ini memungkinkan petugas menjangkau bagian lahan yang terbakar tanpa harus memindahkan alat berat ke tengah area.
Setelah api berhasil dikendalikan, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali menyala saat angin bertiup.
Pengecekan ulang terhadap titik-titik yang sempat terbakar menjadi prosedur wajib dalam penanganan karhutla. Langkah ini dinilai krusial karena kondisi lahan yang kering dan cuaca panas bisa membuat api muncul kembali dalam hitungan menit.
Polda Kalsel mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Membuang puntung rokok sembarangan atau membakar lahan untuk membuka area baru sangat berisiko, terutama saat kemarau.
Penanganan cepat ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi karhutla di Kalimantan Selatan, seiring mulai mengeringnya lahan dan meningkatnya suhu udara di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.