BANJARMASIN — Penghargaan IHYA 2026 diterima Taufik Rivani yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana Salan. Penyerahan berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.
Kemenperin menilai Pemko Banjarmasin memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan industri halal. Penilaian itu sekaligus mengakui upaya daerah membangun ekosistem usaha yang mendorong pertumbuhan sektor halal.
Mengapa Dukungan Industri Halal Penting bagi Pelaku Usaha Banjarmasin
Dukungan terhadap industri halal dipandang krusial untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha. Yang paling terdampak adalah industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banjarmasin.
Melalui penguatan ekosistem halal, pelaku usaha diharapkan lebih mampu memenuhi kebutuhan pasar. Kepercayaan konsumen ikut meningkat, begitu pula peluang memperluas pemasaran produk.
Penghargaan Jadi Modal Pemko Banjarmasin Perkuat Kolaborasi
Bagi Pemko Banjarmasin, penghargaan tersebut menjadi dorongan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak terkait. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kualitas produk lokal.
Upaya itu juga diarahkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Sektor halal ditempatkan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Apa Langkah Pemko Banjarmasin Selanjutnya
Ke depan, Pemko Banjarmasin diharapkan mempertahankan komitmen melalui pembinaan dan pendampingan pelaku usaha. Peningkatan pemahaman tentang sertifikasi halal menjadi salah satu prioritas.
Penguatan kapasitas produk lokal juga diperlukan. Dengan langkah tersebut, produk usaha di Banjarmasin diharapkan lebih siap bersaing di pasar yang terus berkembang.