Ustadz Haji Ahmad Razuqi atau Walad Hadrawi menegaskan ridha orang tua menjadi kunci kesuksesan dan kebahagiaan anak, baik di dunia maupun akhirat, dalam tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai, Banjarmasin Selatan. Tausyiah singkat itu disampaikan di hadapan jamaah usai Shalat Subuh, sekaligus menutup rangkaian haul Tuan Guru Hadrawi dan Habib Ali Al Habsyi. Ia mengingatkan orang tua agar tidak pernah menjatuhkan sumpah serapah kepada anak, karena pertanggungjawabannya akan dimintai di akhirat.
BANJARMASIN — Ustadz Walad Hadrawi menyampaikan pesan itu di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai, Banjarmasin Selatan. Tausyiah berlangsung singkat, disampaikan seusai Shalat Subuh di hadapan jamaah yang hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi penutup haul orang tuanya, Tuan Guru Hadrawi, bersama Habib Ali Al Habsyi dan sejumlah wali Allah lainnya.
Menurut Ustadz Walad Hadrawi, ridha orang tua bukan sekadar anjuran moral, melainkan pondasi yang menentukan arah hidup seorang anak. Ia menyebut ridha Allah kepada seorang Muslim bergantung pada ridha orang tuanya, sebagaimana disebut dalam hadits Rasulullah Muhammad SAW.
Ridha Orang Tua sebagai Kunci Kesuksesan Anak
Dalam tausyiahnya, Ustadz Walad Hadrawi menegaskan posisi ridha orang tua bagi masa depan anak. Ia menyampaikan hal itu secara langsung kepada jamaah Masjid Al Falah.
"Ridha orang tua kunci segala-segalannya bagi kesuksesan atau kebahagiaan anak, baik dunia maupun akhirat," ujar Ustadz Walad Hadrawi.
Ia menambahkan bahwa ridha Allah kepada seseorang Muslim tergantung ridha orang tuanya. Dalil yang dipakai merujuk pada hadits Rasulullah Muhammad SAW.
Pesan untuk Orang Tua: Jangan Sumpah Serapah kepada Anak
Ustadz Walad Hadrawi juga menyoroti sikap orang tua terhadap anak yang dianggap nakal. Ia meminta orang tua tetap memberikan keridhaan, meski anak berperilaku sulit diatur.
Tujuannya agar sang anak kelak tumbuh menjadi pribadi berguna dan berbakti, termasuk setelah orang tuanya meninggal dunia. Pesan itu disampaikan sebagai pengingat bagi jamaah yang hadir.
"Jangan sekali-kali orang tua sumpah serapah kepada anaknya, terlebih sampai tidak ridha. Karena itu kelak di alam akhirat nanti orang tua juga dimintai pertanggungjawaban," tambah ustadz yang pernah mondok di Tarim Hadramaut, Yaman tersebut.
Teladan Habib Ali Habsyi dan Wali karena Ridha Ibu
Dalam tausyiah itu, Ustadz Walad Hadrawi mencontohkan sosok Habib Ali Habsyi. Menurutnya, Habib Ali Habsyi menjadi seorang wali berkat ridha ibunya.
Ridha tersebut yang kemudian membuat nama Habib Ali Habsyi tersohor di kalangan umat. Contoh itu dipakai untuk menegaskan bahwa ridha orang tua punya dampak nyata, bukan hanya soal ibadah individual.
Haul yang menjadi penutup rangkaian tausyiah tersebut mengenang Tuan Guru Hadrawi, Habib Ali Al Habsyi, dan sejumlah wali Allah lainnya. Jamaah Masjid Al Falah mengikuti seluruh rangkaian acara dari Shalat Subuh hingga tausyiah berakhir.