BANJARMASIN — Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD) Kalimantan Selatan mempertemukan Gatriwara DPRD Kalsel dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel dalam ramah tamah dan dialog. Forum itu menjadi ruang mempertemukan unsur perempuan di parlemen, organisasi pendamping, dan jurnalis perempuan.
Pembahasan mencakup peran perempuan dalam pembangunan, kebijakan yang berkaitan dengan perempuan dan anak, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Ketua KPPD Kalsel, Dewi Damayanti Said, menegaskan forum ini bukan ajang seremonial.
"Hari ini kita berkumpul bukan untuk arisan, bukan untuk lomba masak, tetapi untuk keterlibatan perempuan dalam pembangunan Banua," ujarnya.
Keterwakilan Perempuan di DPRD Kalsel Baru 11 dari 55 Kursi
Dewi menyoroti keterwakilan perempuan di DPRD Kalsel yang masih terbatas. Dari 55 anggota dewan, hanya 11 orang yang merupakan perempuan.
Menurutnya, isu perempuan dan perlindungan anak tidak semestinya dipandang sebagai persoalan sektoral. Perempuan di parlemen memiliki peran memperjuangkan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan perempuan dan anak.
Tiga Komitmen Kerja Sama KPPD, Gatriwara, dan FJPI
Dalam forum tersebut, KPPD menawarkan tiga komitmen kerja sama: saling menjaga, saling mengisi, serta mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di berbagai sektor.
KPPD juga melihat FJPI memiliki peran menyampaikan informasi kepada publik mengenai kerja-kerja legislatif perempuan. Sementara Gatriwara dinilai dapat mengambil peran dari sisi keluarga dan kehidupan sosial.
FJPI Kalsel Sambut Inisiatif sebagai Ruang Perluas Pemberitaan
FJPI Kalsel menyambut inisiatif tersebut sebagai ruang membangun komunikasi dengan lembaga publik sekaligus memperluas pemberitaan mengenai isu perempuan dan anak.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal komunikasi berkelanjutan antara tiga unsur perempuan. Komitmen bersama itu selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam program yang memberi manfaat bagi perempuan, anak, dan masyarakat di Kalimantan Selatan.