KALIMANTAN SELATAN — Arsenal, Chelsea, dan Manchester City membuka Liga Champions Wanita dengan hasil yang terlihat solid, tetapi Barcelona dan Lyon justru tampil jauh lebih meyakinkan di pekan pertama. Dua finalis musim lalu itu sama-sama menang besar, sementara wakil Inggris masih menyisakan pertanyaan soal ketajaman dan konsistensi.
Liga Champions Wanita kembali bergulir pekan ini. Arsenal dan Chelsea sama-sama mengumpulkan tiga poin dari kemenangan tipis di kandang, sedangkan Manchester City mencuri satu poin berharga di markas Bayern Munich setelah tertinggal dua gol lebih dulu.
Namun di balik hasil tersebut, Barcelona dan Lyon menunjukkan standar yang berbeda. Kedua finalis musim lalu itu membuka kampanye dengan kemenangan telak, memberi sinyal bahwa jarak kualitas masih cukup lebar bagi klub-klub Inggris.
Manchester City Bangkit dari Ketertinggalan 0-2 di Munich
City menghadapi ujian terberat di antara tiga wakil Inggris. Melawan Bayern Munich yang musim lalu mencapai semifinal, tim asuhan Andree Jeglertz tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Dua rekrutan musim panas, Beth Mead dan Carlotta Wamser, mencetak gol pertama mereka untuk klub dan menyelamatkan City dari kekalahan. Gol-gol itu krusial karena Khadija Shaw, andalan lini depan City, justru gagal mengeksekusi penalti.
Jika Shaw kembali menemukan ketajamannya, City punya modal cukup untuk bersaing di fase ini.
Arsenal Menang, tapi Ketajaman Masih Jadi Masalah
Arsenal mengalahkan tim Denmark, HB Koge, tetapi kemenangan itu diraih dengan cara yang tidak nyaman. Dua gol dan lima poin dari tiga pertandingan menjadi catatan pembuka yang jauh dari kata meyakinkan bagi tim yang menargetkan trofi.
Penguasaan bola dominan tidak berbanding lurus dengan peluang. Arsenal mencatat nilai expected goals 1,93, tetapi hanya melepas dua tembakan tepat sasaran melawan tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan dengan lebih mudah.
Pelatih Renee Slegers melakukan banyak rotasi, termasuk mengistirahatkan Alessia Russo. Delapan penyerang yang ia turunkan tetap kesulitan menembus pertahanan rapat Koge, dan Arsenal baru memastikan kemenangan lewat penalti di menit ke-95.
Kesulitan menghadapi tim peringkat bawah di awal kompetisi bukan hal baru bagi Arsenal. Dengan lawan yang lebih berat menanti, Slegers perlu segera mencari solusi.
Gol Indah Wieke Kaptein Selamatkan Chelsea
Gol brilian Wieke Kaptein memastikan Chelsea menang di laga pembuka. Penampilan lini serang mereka menjanjikan, terutama lewat Melvine Malard yang tampil cerah dalam 45 menit sesuai rencana, serta Alyssa Thompson yang menunjukkan kecepatan di sisi kanan.
Dengan Ellie Carpenter bermain di belakang Thompson, sisi kanan Chelsea berpotensi menjadi senjata tajam musim ini. Melawan Austria Vienna, Chelsea seharusnya bisa menambah beberapa gol lagi.
Namun ada kekhawatiran bagi Sonia Bompastor. Tanpa kapten Erin Cuthbert yang cedera dan dengan Keira Walsh ditarik keluar lebih awal, Chelsea kehilangan kendali di lini tengah melawan tim yang baru pertama kali tampil di Liga Champions.
Vienna beberapa kali nyaris menyamakan kedudukan, membentur tiang gawang, dan bahkan melepas lebih banyak tembakan daripada Chelsea. Kerapuhan ini bisa berbuah mahal melawan lawan yang lebih klinis.
Barcelona dan Lyon Kirim Peringatan Keras
Lyon lebih dulu tampil dan menghancurkan Servette di Swiss dengan skor 8-0. Marie-Antoinette Katoto mencetak hat-trick dalam laga di mana Lyon melepas 31 tembakan dan beberapa kali membentur mistar gawang.
Lyon akan menjamu Chelsea pada pekan berikutnya, sebuah ujian yang langsung mengukur seberapa siap wakil Inggris bersaing di level tertinggi.
Barcelona, sang juara bertahan, sempat tertinggal lebih dulu di kandang melawan Paris FC. Tetapi mereka membalikkan keadaan dengan cepat dan mencetak empat gol sebelum jeda, sebelum akhirnya menang 5-2.
Hasil-hasil itu menjadi peringatan bagi Arsenal, Chelsea, dan City. Kemenangan tipis di pekan pembuka belum cukup untuk menjawab pertanyaan apakah klub-klub Liga Super Wanita Inggris benar-benar siap menantang dominasi Barcelona dan Lyon musim ini.