KANDANGAN — Ketua PW HIMPAUDI Provinsi Kalimantan Selatan, Rabiatul Adawiyah, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab HSS yang telah memfasilitasi kegiatan HUT. Menurutnya, peringatan HUT ke-21 ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan.
Rabiatul menegaskan bahwa momen HUT menjadi ajang perjuangan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru PAUD, KB, SPS, dan TPA. Pihaknya juga menyebut peringatan ini sebagai momen refleksi dan muhasabah atas pengabdian para pendidik.
Dalam kegiatan tersebut, Rabiatul mengajak seluruh anggota untuk berkonsolidasi memperkuat barisan. Ia menyebut HUT ini sebagai titik untuk menyalakan kembali asa mewujudkan kesetaraan dan kesejahteraan Guru PAUD se-Banua.
"Mari kita rawat himpunan ini sebagai rumah kedua kita yang menjadi wadah menampung aspirasi, dan memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru-guru PAUD," ajaknya.
Bunda PAUD Kabupaten HSS, Tata Syafrudin Noor, mengatakan kehadiran seluruh tamu dan undangan di puncak HUT HIMPAUDI menjadi kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi tuan rumah. Ia menyampaikan hal itu di hadapan peserta workshop.
"Kehadiran ibu-ibu dan seluruh tamu undangan menjadi kehormatan bagi kami," ujar Tata.
Tata berharap peringatan HUT dapat menjadi ruang memperkuat silaturahmi antarpendidik PAUD. Ia juga mengajak peserta saling berbagi pengalaman demi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Kalsel.
"Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak usia dini di Kalsel," ajak Tata Syafrudin Noor.
Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI turut dihadiri Wakil Bupati HSS Suriani. Hadir pula Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten HSS Misnawati Suriani, Sekda Yustan Azidin bersama istri, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS Ronaldy Prana Putra.
Kehadiran sejumlah pejabat daerah itu menandai dukungan Pemkab HSS terhadap agenda penguatan kapasitas guru PAUD. Workshop 1.000 guru se-Kalsel menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang dipusatkan di Gedung Bela Diri Kabupaten HSS.