Tim peneliti internasional dari Institut for Water Education Belanda bersama akademisi dan pemerintah daerah menggelar konferensi sekaligus pengabdian masyarakat bertema tata kelola pertanian lahan basah berkelanjutan di SMA Negeri 1 Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis itu memperkenalkan konsep Polder Alabio kepada para siswa sebagai bagian dari upaya revitalisasi kawasan lahan basah di kawasan tersebut.
AMUNTAI — Kepala SMA Negeri 1 Sungai Pandan, Rudianto, menyambut langsung kedatangan tamu internasional dalam kegiatan International Conference and Community Service tersebut. Ia menilai keterlibatan sekolahnya dalam forum bertema lingkungan ini sebagai kesempatan penting bagi siswa untuk memahami isu lahan basah secara lebih dekat.
Rudianto menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons antusias dari seluruh peserta. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga internasional memberi pengalaman belajar yang jarang didapat siswa di ruang kelas.
Panitia pelaksana, Agus, menjelaskan konsep pengelolaan air melalui Polder Alabio kepada para siswa. Ia menyebut polder sebagai pendekatan yang memungkinkan pertanian di lahan basah tetap berjalan produktif tanpa merusak ekosistem di sekitarnya.
Agus menambahkan bahwa lahan basah memegang peranan sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Kawasan ini berfungsi menyimpan air sekaligus menjadi sumber pangan dan sumber penghidupan bagi warga yang menggantungkan diri pada sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Rudianto mengingatkan para siswa bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pelestarian kawasan lahan basah membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda yang akan meneruskan pengelolaannya.
Kegiatan ini melibatkan tim internasional yang salah satunya berasal dari Institut for Water Education di Belanda, bersama akademisi dan pemerintah daerah. Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembahasan revitalisasi Polder Alabio yang menyoroti tata kelola pertanian lahan basah berkelanjutan.
Bagi siswa SMAN 1 Sungai Pandan, pertemuan ini memberi gambaran langsung tentang bagaimana pengelolaan air di kawasan lahan basah bekerja. Materi yang disampaikan menyentuh aspek teknis polder sekaligus dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga Hulu Sungai Utara.
Revitalisasi Polder Alabio sendiri menjadi salah satu perhatian di kawasan tersebut karena perannya menopang pertanian di lahan basah. Keterlibatan lembaga pendidikan internasional dalam forum ini menandai upaya memperkuat pemahaman lintas generasi soal pengelolaan air dan lingkungan.