Anggota Komisi III DPRD Hulu Sungai Selatan Rizal Nagara menilai kebijakan Bupati H Syafrudin Noor menyasar dua kebutuhan mendasar warga, yakni penanganan banjir lewat normalisasi Sungai Amandit Lama dan penyediaan air bersih berkualitas. Menurut dia, keberhasilan bupati melobi pemerintah pusat hingga mengantongi anggaran Rp250 miliar untuk proyek normalisasi menjadi capaian diplomasi pembangunan yang jarang terjadi. DPRD menyatakan akan mengawal pelaksanaan kedua program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kandangan dan sekitarnya.
KANDANGAN — Rizal Nagara menyampaikan penilaian itu dalam keterangan pers di Kandangan, Jumat, dengan menyoroti dua program yang dinilainya paling menyentuh kepentingan warga Hulu Sungai Selatan. Ia menyebut penanganan banjir melalui normalisasi sungai sebagai kebutuhan jangka panjang, sementara penyediaan air bersih menjadi urusan harian yang selama ini dikeluhkan sebagian warga.
Perhatian Rizal tertuju pada keberhasilan Bupati Syafrudin Noor memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa anggaran Rp250 miliar untuk proyek normalisasi Sungai Amandit Lama. Menurut dia, angka itu bukan pencapaian kecil bagi kabupaten dengan fiskal terbatas.
"Lobi tingkat pusat yang dilakukan Bapak Bupati hasilnya luar biasa, anggaran Rp250 miliar dari pemerintah pusat bukanlah angka kecil. Kami menilai pencapaian ini sebagai prestasi diplomasi pembangunan yang luar biasa," ujar Rizal.
Ia menilai proyek tersebut menjawab persoalan pendangkalan sungai yang selama ini memicu banjir berulang. DPRD HSS menyatakan dukungan penuh agar pengerjaan normalisasi berjalan lancar dan tuntas sesuai rencana.
Selain soal banjir, Rizal mengapresiasi rencana Pemkab HSS memperbaiki layanan air bersih melalui sambungan pipa air ledeng PDAM. Jaringan itu akan ditarik dari sumber alami pegunungan di kawasan Bendung Amandit menuju Intake Muara Banta.
Menurut dia, pemanfaatan sumber air pegunungan memberi dua manfaat sekaligus. Dari sisi operasional, PDAM bisa menekan biaya jangka panjang karena mengurangi ketergantungan pada kaporit.
"Gagasan bupati menghadirkan air PDAM yang bersumber langsung dari pegunungan merupakan terobosan yang sangat baik. Kebijakan ini tidak hanya dapat menekan biaya operasional jangka panjang melalui efisiensi dan mengurangi penggunaan bahan kaporit, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat," katanya.
Rizal menghubungkan ketersediaan air bersih berkualitas dengan peningkatan kualitas hidup warga. Ia menyebut layanan air yang layak ikut mendukung tumbuh kembang anak, upaya pencegahan stunting, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten HSS.
Sebagai anggota DPRD yang membidangi infrastruktur, ia menyatakan komitmennya bersinergi dengan pemerintah daerah mengawal program pembangunan strategis. Harapannya, normalisasi Sungai Amandit dan pengembangan jaringan air bersih terlaksana sesuai jadwal.
"Sebagai DPRD, kami akan terus bersinergi, mendukung dan mengawal agenda pembangunan strategis Pemkab HSS demi terwujudnya Kabupaten HSS yang semakin maju, sehat dan sejahtera," pungkasnya.