Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan Athaillah Hasbi mendorong agar warga daerah hulu sungai atau Banua Anam mendapat layanan angkutan penumpang umum seperti Trans Banjarbakula. Usulan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III bersama Kepala Dinas Perhubungan Kalsel beberapa hari lalu. Ia berharap layanan tersebut sudah beroperasi pada 2027.
BANJARMASIN — Warga di kawasan hulu sungai atau Banua Anam, Kalimantan Selatan, dinilai membutuhkan angkutan penumpang umum dengan moda transportasi yang aman, nyaman, cepat, dan tarif relatif murah. Kebutuhan itu disampaikan anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel yang membidangi perhubungan, Athaillah Hasbi, saat dikonfirmasi, Sabtu.
Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Bang Atak itu menilai layanan serupa Trans Banjarbakula sudah seharusnya menjangkau wilayah hulu sungai. Menurutnya, jangan sampai ada kesan penganaktirian dalam layanan transportasi umum di provinsi ini.
Harapan tersebut, kata Bang Atak, sudah ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kalsel beberapa hari lalu. RDP itu dihadiri Kepala Dinas Perhubungan provinsi setempat.
"Harapan tersebut sudah aku sampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kalsel beberapa hari lalu yang ketika itu hadir Kepala Dinas Perhubungan provinsi setempat. Semoga usulan/harapan itu terealisasi," ujarnya.
Wakil rakyat kelahiran Kabupaten Hulu Sungai Tengah itu menambahkan, jenis angkutan yang dipakai diserahkan kepada pemerintah daerah. Apakah memakai moda seperti Trans Banjarbakula atau bentuk lain, yang penting layanan bisa dirasakan warga.
Banua Anam meliputi Kabupaten Tapin dengan ibukota Rantau, Hulu Sungai Selatan dengan ibukota Kandangan, Hulu Sungai Tengah dengan ibukota Barabai, Hulu Sungai Utara dengan ibukota Amuntai, Balangan dengan ibukota Paringin, serta Tabalong dengan ibukota Tanjung.
Sementara itu, Trans Banjarbakula selama ini melayani kawasan Banjarbakula yang merupakan gabungan Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kabupaten Banjar dengan ibukota Martapura, Tanah Laut dengan ibukota Pelaihari, dan Barito Kuala dengan ibukota Marabahan.
Bang Atak yang pernah menjadi anggota DPRD Hulu Sungai Tengah itu menyebut kebutuhan angkutan umum di hulu sungai sudah mendesak. Ia berharap layanan tersebut bisa mulai beroperasi pada 2027.
"Kita harapkan tahun depan (2027) sudah layanan," ujar anggota DPRD Kalsel dua periode tersebut.
Usulan ini menambah daftar aspirasi daerah yang menanti realisasi dari pemerintah provinsi. Warga Banua Anam selama ini bergantung pada angkutan pribadi atau kendaraan umum terbatas untuk mobilitas antarkabupaten.
DPRD Kalsel melalui Komisi III akan menunggu tindak lanjut Dinas Perhubungan provinsi atas usulan yang sudah disampaikan dalam forum resmi tersebut.