Bunda PAUD Banjarbaru Kunjungi 4 Lembaga, Ingatkan PAUD Adalah Dunia Bermain Bukan Beban Belajar

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Jumat, 25 September 2026 | 06:02:31 WIB
Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mendongeng bersama anak-anak saat kunjungan ke lembaga PAUD.

BANJARBARU — Wali Kota yang juga menjabat Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyapa langsung anak-anak di empat lembaga PAUD. Ia membaca buku dan mendongeng bersama para siswa di sela peninjauan, bukan sekadar mengecek administrasi atau ruang kelas.

Kunjungan menyasar dua kecamatan sekaligus, Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara. Masing-masing lokasi punya fokus program berbeda, mulai dari literasi karakter hingga pendidikan inklusi. Pemkot menilai keempatnya saling melengkapi sebagai gambaran layanan PAUD di kota itu.

Pesan Erna Lisa: Jangan Bebani Anak dengan Tuntutan Belajar

Di hadapan para pendidik dan orang tua, Erna Lisa mengingatkan soal esensi pendidikan anak usia dini. Menurutnya, PAUD bukan ajang menumpuk target akademik pada anak yang belum waktunya.

"Pendidikan anak usia dini adalah fondasi tumbuh kembang. Jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD sejatinya adalah dunia bermain yang menyenangkan," tegasnya.

Pernyataan itu menyasar kebiasaan sebagian orang tua yang menuntut anak usia dini cepat membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, kata Erna Lisa, bermain adalah cara anak belajar mengenal lingkungan dan nilai-nilai dasar.

Empat Lokasi, Empat Fokus Program Berbeda

PAUD Kemala Bhayangkari 23 di Kelurahan Guntung Paikat menjadi lokasi pertama. Di sana Erna Lisa meninjau pelaksanaan program Literasi Karakter melalui kegiatan "Bunda PAUD Bercerita", yang menanamkan nilai moral sejak dini.

Lokasi kedua, TK Negeri Idaman di Kelurahan Loktabat Selatan. Fokusnya penerapan pendidikan inklusi, memastikan setiap anak mendapat hak pendidikan setara tanpa diskriminasi.

SPS Seroja di Kelurahan Loktabat Utara menjadi lokasi ketiga. Erna Lisa meninjau program Bina Keluarga Balita sekaligus kondisi sarana prasarana di sana.

Ia menyatakan Pemkot Banjarbaru berkomitmen segera melengkapi fasilitas yang dinilai kurang layak. Tujuannya agar anak bisa belajar dengan nyaman, aman, dan ceria.

Kunjungan ditutup di TK Negeri Pembina, masih di Kelurahan Loktabat Utara. Di lokasi ini dilakukan evaluasi dan penguatan program Sekolah Ramah Anak, demi mewujudkan lingkungan belajar yang aman, mendukung, dan bebas dari kekerasan.

Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Pemerintah Jadi Kunci

Rangkaian kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat kerja sama tiga pilar: sekolah, keluarga, dan pemerintah. Ketiganya dianggap tidak bisa jalan sendiri-sendiri kalau ingin layanan PAUD benar-benar berdampak.

Pemkot menargetkan generasi penerus yang berkarakter, sehat, dan bahagia. Bukan sekadar anak yang cepat bisa membaca di usia dini, tapi anak yang tumbuh dengan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: habarkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top